Selasa, 17 Desember 2013

ost crazy little thing called love - one day (someday)

Bagi orang orang yg 'crazy' yg demen nonton film thailand termasuk film yg amat keren ini yg judulnya Crazy Little Thing Called Love, ayooo ketahui juga ost nya disiniiii...

http://adfoc.us/2026701

mai roo waa naan kae nai tee chun dtong ton gup took sing.
bit bung kwaam jing nai jai took took yaang.
*took krung tee rao pop gun took krung tee ter hun maa.
tee chun cher-ee roo mai chun feun kae nai.
Reff:
dai yin mai hua jai chun mun gum-lung bork ruk ruk ter yoo.
dtae chun mai art ja bert pia jai ork bai hai krai dai roo.
dai yin mai hua jai chun yung koi yoo dtrong nun.
ror hai ter bert doo lae wung piang kae ter roo suk wun neung.
tung tee chun gor ruk tung tee chun gor roo seuk dtae suan leuk kaang nai yung mai glaa.
took krung tee rao pop gun took krung tee ter hun maa. tee chun cher-ee roo mai chun feun kae nai.
(Back to Reff)
dai yin mai hua jai chun mun gum-lung bork ruk ruk ter yoodtae chun mai art ja bert pia jai ork bai hai krai dai roodai yin mai hua jai chun yung koi yoo dtrong nun ror hai ter bert doolae wung piang ter ja roo waa kon kon nee ruk ter yooyung kor hai ter roo suk wun neung


Sabtu, 21 September 2013

puisi

Your smile..
makes my heart feel calm
your laughter..
bring me joy
Your attention..
brings a sense of hope that I never

Love..
I can only save in the liver
I think its hard to say
and I can not express to you

if you're not for me
I could not resist
if this is the way God wills

Rabu, 14 Maret 2012

Seni musik

Musik Tradisional Indonesia 



NKRI adalah sebuah negara yang meliputi ribuan pulau yang terbentang dari Sabang hingga Merauke, dimana dari sekian banyaknya kepulauan beserta masyarakatnya tersebut lahir, tumbuh dan berkembang berbagai budaya daerah. Seni tradisional yang merupakan jati diri, identitas dan media ekspresi dari masyarakat pendukungnya.
Hampir seluruh wilayah NKRI mempunyai seni musik tradisional yang khusus dan khas. Dari keunikan tersebut bisa nampak terlihat dari teknik permainannya, penyajiannya maupun bentuk/organologi instrumen musiknya. Seni tradisonal itu sendiri mempunyai semangat kolektivitas yang tinggi, sehingga dapat dikenali karakter dan ciri khas masyarakat Indonesia, yaitu yang terkenal ramah dan santun.
Untuk lebih mengenal lebih dekat musik tradisional kita dapat dikategorikan menjadi beberapa kelompok yaitu :
1. Instrumen Musik Perkusi.
Perkusi adalah sebutan bagi semua instrumen musik yang teknik permainannya di pukul, baik menggunakan tangan maupun stik. Dalam hal ini beberapa instrumen musik yang tergolong dalam alat musik perkusi adalah Gamelan, Kendang, Kecapi, Arumba, Talempong, Sampek dan Kolintang, Rebana, Bedung, Jimbe dan lain sebagainya.
a. Gamelan adalah alat musik yang terbuat dari bahan logam, gamelan berasal dari daerah Jawa tengah, Yogyakarta, Jawa Timur juga di Jawa Barat disebut dengan Degung dan di Bali disebut Gamelan Bali. Satu perangkat gamelan terdiri dari instrumen saron, demung, gong, kenong, slentem, bonang, peking, gender dan beberapa instrumen lainnya. Disamping itu gamelan mempunyai nada pentatonis/pentatonic.
b. Kendang adalah sejenis alat musik perkusi yang membrannya berasal dari kulit hewan (kambing). Kendang atau gendang dapat dijumpai di banyak wilayah Indonesia. Di daerah Jawa Barat kendang mempunyai peranan penting dalam tarian Jaipong. Di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali kendang selalu digunakan dalam permainan gamelan baik untuk mengiringi tarian, wayang dan ketoprak. Tifa adalah alat musik sejenis kendang yang dapat di jumpai di daerah Papua, Maluku dan Nias. Rebana adalah jenis alat musik yang biasa di gunakan dalam kesenian yang bernafaskan Islam. rebana dapat dijumpai hampir di sebagian wilayah Indonesia.
c. Kecapi adalah alat musik petik yang berasal dari daerh Jawa Barat. Bentuk organologi kecapi adalah sebuah kotak kayu yang diatasnya berjajar dawai/senar, kotak kayu tersebut berguna sebagai resonatornya. Alat musik yang menyerupai kecapi adalah siter dari Jawa Tengah.
d. Arumba (alunan rumpun bambu) berasal dari daereah Jawa Barat. Arumba adalah alat musik yang terbuat dari bahan bambu yang di mainkan dengan melodis dan ritmis. Pad awalnya arumba menggunakan tangga nada pentatonis namun dalam perkembangannya menggunakan tangga nada diatonis.
e. Talempong adalah seni musik tradisi dari Minangkabau. Talempong adalah alat musik bernada diatonis (do, re, mi, fa, sol, la, si, do).
f. Sampek (sampe/sapek) adlah alat musik yang bentuknya menyerupai gitar berasal dari daerah Kalimantan. Alat musik ini terbuat dari bahan kayu yang dipenuhi dengan ornamen/ukiran yang indah. Alat musik petik lainnya yang bentuknya menyerupai sampek adalah Hapetan dari daerah Tapanuli, Jungga dari Sulawesi Selatan.
g. Kolintang atau kulintang berasal dari daerah Minahasa. Alat musik ini mempunyai tangga nada diatonis yang semua instrumennya terdiri dari bas, melodis dan ritmis. Bahan dasar dibuat dari kayu dan cara untuk memainkan alat musik ini di pukul dengan menggunakan stik.
h. Sasando adalah alat musik petik berasal dari daerah Nusa Tenggara Timur, kecapi ini terbuat dari bambu dengan diberi dawai/senar sedangkan untuk resonasinya di buat dari anyaman daun lontar yang mempunyai bentuk setengah bulatan.
2. Instrumen Musik Gesek.
Instrumen musik tradisional yang menggunakan teknik permainan digesek adalah Rebab. Rebab berasal dari daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta (kesenian betawi). Rebab terbuat dari bahan kayu dan resonatornya ditutup dengan kulit tipis, mempunyai dua buah senar/dawai dan mempunyai tangga nada pentatonis. Instrumen musik tradisional lainnya yang mempunyai bentuk seperti rebab adalah Ohyan yang resonatornya terbuat dari tempurung kelapa. Rebab jenis ini dapat dijumpai di Bali, Jawa dan Kalimantan Selatan.
3. Instrumen Musik Tiup.
Suling adalah instrumen musik tiup yang terbuat dari bambu hampir semua daerah di Indonesia dapat dijumpai alat musik ini. Saluang adalah alat musik tiup dari Sumatera Barat, serunai dapat dijumpai di Sumatera Utara, Kalimantan. Suling Lembang berasal dari daerah Toraja yang mempunyai panjang antara 40 – 100 cm dengan garis tengah 2 cm.
Tarompet, serompet, selompret adalah jenis alat musik tiup yang mempunyai 4 – 6 lubang nada dan bagian untuk meniupnya berbentuk corong. Seni musik tradisional yang menggunakan alat musik seperti ini adalah kesenian rakyat Tapanuli, Jawa Barat, Jawa Timur, Madura dan Papua.

Intersia

Lukisan Intersia, Lukisan Dekoratif Bernuansa Etnik


Lukisan intersia adalah bentuk lukisan dekoratif yang menggambarkan karya seni ukiran kayu atau seni tradisional dari kayu yang dijadikan obyek lukisan.
Buat kita orang-orang Indonesia asli, tentu tidak asing lagi dengan ukiran Jepara. Seni ukiran kayu yang ditambah kilauan plitur tentu akan sangat menarik jika kita jadikan obyek lukisan dekoratif yang kita sebut dengan lukisan intarsia.
Lukisan intarsia sering pula disebut dengan “Intarsian Malerei”.
lukisan intersia
lukisan dekoratif intersia pada lapdesk
Intersia adalah teknik kerajinan kayu yang berawal dari karya seni Italia. Mungkin lebih tepat jika kita artikan sebagai proses pembuatan karya seni gambar mozaik dengan menambahkan material-material eksotik dari alam ke atas karya seni kayu.
Menurut orang-orang Italia, istilah “Intersia” berasal dari bahasa Latin “interserere” yang artinya “memasukkan atau proses menghias dan mentahtakan kayu”.
Kata intarsia hampir sama dengan mentahtakan. Bedanya, jika kata mentahtakan lebih pas untuk bidang datar, sedangkan intarsia untuk benda tiga dimensi. Efek-efek tiga dimensi ini dihasilkan dengan serangkaian langkah, antara lain;
- Membuat pola dua dimensi di atas kertas.
- Memadukan kayu dan biji-bijian alam dengan warna kontras (misalnya biji kemiri, biji buah ek, buah cheri, pinus, jintan, kayu manis, kulit pohon kapas) yang sering digunakan dalam rancangannya.
- Kemudian kayu tersebut dipotong, diamplas, dipasang dan dilem pada sebuah papan. Kayu intersia tidak akan bernoda, sehingga akan selalu terjaga warna aslinya. Semua produk intarsia dilapisi dengan cat kilap tingkat tinggi. Dilapisi dengan akrilik yang transparan.
Asal Mula Lukisan Intersia
Lukisan intersia muncul pada Era Biedermeier, sekitar tahun 1815, masa-masa akhir Perang Napoleon, dan 1848 (akhir masa Revolusi Eropa). Diyakini bahwa lukisan dekoratif selama periode ini digunakan untuk meniru furniture yang menggambarkan kemakmuran yang biasanya bertahtakan ornamen intarsia yang dikerjakan dengan sangat teliti.
Lukisan intersia pada penanak nasi
Pekerja-pekerja tangan tersebut akan “meniru” karya seni menggunakan stensil pada kayu polos untuk menirukan berbagai material hiasan. Rancangannya biasanya berupa bunga-bunga atau burung. Gambar bunga dibuat lebih kecil dari ukuran sebenarnya, biasanya berupa rangkaian bunga dengan pita dan bingkai yang cantik, tetapi tidak terlalu detil pada obyek bunganya, karena yang ditonjolkan adalah keindahan kayunya.
Kekurangan lukisan intersia masa kini adalah biasanya kayu dan lapisan kayu yang digunakan dalam lukisan intersia dan kayunya dilukis di atas permukaan kayu. Mengikuti tradisi lukis stensil, hiasan kayu ditirukan menggunakan potongan gambar.
Lukisan intersia geometris pada tempat sampah.
Lukisan intersia pada kotak pensil, dengan ornamen yang ditambahkan dengan cara stensil.